Mobile lottery betting_Betting_Indonesian odds

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Aplikasi lotere

MBlackjack cardeski memBlBlackjack cardackjack cardajang diri di etalase, tapi dilarang dipotret via www.parool.nl

‘Red ligBlackjack cardht district’ atau kawasan prostitusi sepertinya tidak bisa dilewatkan jika membahas mengenai pariwisata negeri Kincir Angin, Belanda. Red light district di Amsterdam Belanda yang dikenal dengan istilah De Wallen ini disebut-sebut sebagai pusat prostitusi terbesar di dunia. Di samping statusnya yang legal, uniknya De Wallen di Belanda ini tak ubahnya sebagai kawasan perkantoran. Bila kamu tinggal di Jakarta, De Wallen mungkin mirip dengan SCBD. Hanya saja bisnis yang berjalan adalah bisnis selangkangan.

Belanda bukan satu-satunya negara yang dikenal punya kawasanya yang identik dengan pelacuran. Di Jerman ada kawasan Reeperbahn. Lalu di Tokyo, ada kawasan Kabukicho yang menyediakan berbagai hiburan berupa fantasi seksual dengan hostess-hostess yang siap menemani. Di Thailand, hiburan malam berbau seks bisa kamu dapatkan di Patpong. Tapi agaknya memang hanya di Belanda yang prostitusi dianggap legal diperlakukan sebagai bisnis pada umumnya. PSK di De Wallen juga membayar pajak dan punya asuransi kesehatan, selayaknya pekerja kantoran.

Diabadikan sebagai bagian dari sejarah, salah satunya patung seni Belle ini via www.panoramio.com

Di Belanda, prostitusi sudah legal sejak tahun 1811. Diawali saat masa perang, para wanita penghibur dikonsentrasikan dan diwajibkan untuk tes kesehatan agar bisa melayani nafsu prajurit dengan aman. Nah, di De Wallen inilah kegiatan seks komersial dikonsentrasikan agar lebih mudah diatur dan tidak tersebar kemana-mana. Tapi tentu saja tak semua orang boleh ke sana. Tetap ada batasan usia dan kemampuan untuk membayar biaya yang jelas sama sekali tidak murah.

Mungkin karena lingkungan prostitusinya tertata apik dan sangat eksklusif via www.made-by-rae.com