Ribuan Burung 「Sorong (Indonesia) Casino」Pipit Berjatuhan di Bali, Peneliti BRIN Duga Ini Penyebabnya

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Aplikasi lotere

DSorong (IndonSorong (Indonesia) Casinoesia) Casinoapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Tetapi, mengapa hujan deras bisa menjadi penyebab ribuan burung pipit berjatuhan di Bali?

Mengenai hal ini, Tri kembali menjelaskan bahwa kemungkinan hujan yang sangat deras itu menerpa ribuan burung pipit yang sedang bertengger di sana.

Baca juga: Tak Hanya Manusia, Burung Pipit Juga Gunakan Tanaman untuk Obat

KOMPAS.com - Beberapa hari belakangan, video viral dan foto yang menunjukkan ribuan burung pipit berjatuhan di sekitar pekuburan Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Kamis (9/9/Sorong (Indonesia) Casino2021).

Fenomena aneh ini pun menuai tanggapan dari berbagai ahli, salah satunya Peneliti Burung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tri Haryoko MSi.

Baca juga: Ribuan Burung Pipit Mati Misterius di Karangasem, Apa Penyebabnya?

Akan tetapi, Tri menegaskan, untuk dapat memastikan satu dari semua faktor kemungkinan penyebabnya, haruslah menunggu hasil pengujian Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar, yang diajukan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kebupaten Gianyar, Bali.

"Namun, kemungkinan lainnya menurut saya adalah kemtian burung (pipit) pada waktu hujan yang sangat deras di (sekitar) pohon Asam (tempat ribuan burung pipit tersebut bertengger)," ujarnya.

Di antaranya seperti hujan asam, perubahan cuaca, keracunan pestisida ataupun adanya penyakit.

Ia pun menambahkan, kemungkinan lainnya yang bisa menyebabkan kejadian ribuan burung pipit berjatuhan dan mati tersebut adalah hantaman hujan yang sangat deras.

"Kita tunggu hasilnya," kata dia.

Menurut Tri, terkait fenomena yang ada, sebenarnya seperti yang disampaikan oleh beberapa pihak bahwa kejadian ribuan burung pipit berjatuhan tersebut bisa disebabkan oleh banyak kemungkinan.

"Saya belum mendengar kejadian seperti sebelumnya (selain di Bali itu)," kata Tri kepada Kompas.com, Minggu (12/9/2021).

Menurut Tri hal ini sangat mungkin dialami oleh ribuan burung pipit tersebut, sebab pohon asam memiliki struktur dan susunan daun yang kecil, tidak lebar dan tidak rapat, sehingga menyebabkan tidak cukup menahan laju curah air hujan yang deras.

Ketika curah hujan terlalu kuat terjadi, itu akan menerpa bulu-bulu burung pipit, itu akan membuat mereka semakin tidak stabil hingga terjatuh. Selain itu, bulu-bulunya yang terkena hujan akan tidak berfungsi dalam menjaga suhu tubuh burung dengan baik.